Musyawarah Refleksi dan Solusi Strategis Penyelesaian Pembangunan

panitia1

Panitia dalam Musyawarah

Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia dan kenikmatan, yang selalu kami pinta untuk membimbing dan menunjukkan jalan yang lurus bagi kami.

Pembangunan masjid Al Huda sudah berlangsung selama 3 bulan, dan berdasarkan jadwal, pembangunan sudah seharusnya pada tahapan penyelesaian. Musyawarah refleksi dilakukan pada hari Rabu, 27 Maret 2013 jam 20.00.

Musyawarah kali ini diadakan untuk menentukan langkah-langkah strategis penyelesaian pembangunan masjid. Berdasarkan timeline pekerjaan, tahapan pembangunan seharusnya ada pada pengecatan masjid. Namun kenyataannya masih terdapat banyak item kerja yang belum terselesaikan sempurna atau bahkan belum dimulai sama sekali. Pekerjaan yang belum terselesaiakan di minggu ini adalah pengacian tembok baru skitar 20%, pemasangan keramik dinding bagian utama dan serambi masjid terselesaikan 80%, pemasangan 2 kloset WC (belum terpasang), dan pemasangan keramik lantai WC/KM (tertangani 10%). Sedangkan berdasarkan pembicaraan rapat malam ini, item pekerjaan yang belum disentuh sama sekali yang teridentifikasi adalah:

  • pemasangan plafond
  • perapian atap/kompon/gypsum
  • pemasangan daun pintu/jendela dan kaca
  • instalasi/pemasangan listrik
  • pemasangan keramik lantai bagian utama masjid
  • pembuatan sumur
  • pembuatan septitank
  • pembuatan resapan air
  • pemasangan batu alam untuk gerbang masjid
  • pemasangan batu alur untuk beberapa bagian siku tembok masjid
  • pembuatan pondasi, pengurugan dan conblock bag sayap dan bag depan masjid
  • pengecatan tembok dan kayu.
panitia2

panitia di akhir musyawarah, Rabu 27 Maret 2013

Musyawarah kali ini bukan hanya sekedar upaya refleksi namun juga penentuan langkah strategis untuk mencapai hasil pembangunan sesuai perencanaan yang telah disusun dengan masak-masak dengan memperhatikan kekuatan, kesempatan, kelemahan, dan ancaman. Oleh karena itu, selayaknya mlesetnya hasil pekerjaan yang didasarkan pada suatu perencanaan tidaklah besar. Jika terdapat penyimpangan hasil yang besar, maka musyawarah tentang refleksi harus dapat menemukan sumber masalah dan mencari aternatif kegiatan sebagai solusinya. Ini karena perencanaan merupakan awal segala kegiatan yang telah diperhitungkan dari segala aspek. Menurut praktik manajemen, pelaksanaan kegiatan selalui melalui tahapan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya dalam rangka mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien. Ayat berikut dapat dimaknai tentang pentingnya perencanaan untuk ketercapaian kebahagian di masa yang akan datang, yang secara analogi dapat pula diterapkan dalam segala aktivitas.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( Surat Al-Hasyr: 18 ).

Atas kenyataan melesetnya hasil capaian dari harapan dengan standar deviasi yang sangat signifikan tersebut, maka musyawarah ini memegang peranan sangat penting. Musyawarah merupakan suatu proses pencapaian kesepakatan yang didasari pada pertimbangan-pertimbangan yang telah dibahas secara bersama-sama dengan penuh kekeluargaan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini, musyawarah diselenggarakan untuk mendapatkan feedback dan mengindentifikasi penyebab keterlambatan serta menemukan solusinya yang dapat diterima untuk pencapaian tujuan bersama. Pentingnya musyawarah ini ditegaskan dalam Al Qur’an:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (QS. Ali Imran: 159)

Juga ayat berikut:

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antar mereka”. (QS. asy-Syura: 38)

Solusi strategis atas penyimpangan hasil kerja ini akhirnya ditemukan dalam musyawarah ini, dan insya Alloh akan segera dieksekusi. Semoga langkah kita selalu diridoi-NYA serta berkah. Amiin..

Tentang Jaslin Ikhsan

seseorang yang berupaya berbuat utk berkontribusi di bidang pendidikan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, bekerja sebagai pendidik di Universitas Negeri Yogyakarta
Pos ini dipublikasikan di Pembangunan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s